Sunday, 13 November 2011

RESENSI NOVEL ISTANA KEDUA (NOVELNYA ASMA NADIA)

Just For Info.. Asma Nadia itu tokoh penulis favorit gue bangetttt... Jadi gue mau share resensi atau SINOPSIS (mungkin) salah satu Novel beliau yang dahsyat yang satu ini.. Check this Out.. !!


Poligami. Mendengar istilahnya saja sudah membuat alis bertaut dan saat ini sepertinya kasus poligami menjadi polemik tak berujung di negeri ini. Apalagi lagi saat sosok public figure yang semula begitu dicintai dan di hormati, melakukanya juga..arghh…
Membaca Novel berjudul Istana Kedua karya Asma Nadia ini juga memunculkan polemik yang sama dalam mindset-ku. Tapi sepertinya, kisah yang terjadi di kisah novelnya Teh Asma ini cukup menyedot pikiranku…
Terlebih, saat penyebutan lokasi setting ceritanya, itu tempat aku tinggal beberapa waktu lalu..di Bogor! Kalo pernah ke Bogor, pasti tahu banget yang namanya IPB dan Baranangsiang. Dan tempat ketemuan waktu Arini Reuni dengan temen-temen kost-nya aku curigai tempatnya adalah Botani Square atau Bogor Trade Mall alias BTM yang emang ada tempat makan atau Pujasera di teras Mall bagian atas. Jadi bisa makan sambil memandang cakrawala…(halah..)
Kisah Poligami selalu menarik untuk disimak meskipun sudah berulang-ulang dibahas baik di bisik-bisik dengan tetangga, forum, film, koran, majalah, cerpen, novel, tv, radio, internet.. dan tak bosan-bosannya untuk dibahas dan dibahas lagi. Ibarat cinta dan benci, seperti dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dan terus menjadi sumber inspirasi..
Perkawinan,perselingkuhan,poligami, saat ini sudah seperti 3 sisi segitiga yang manyatu, sudah sesuatu yang dianggap biasa. Tapi, benarkah harus seperti itu?
Novel berjudul Istana Kedua karya novelis laris Asma Nadia ini, menghadirkan lagi kisah poligami yang dilihat dari ‘kaca matanya’ yang mungkin tidak semua orang bisa memandang dengan sudut yang sama. Asma bertutur dengan lembut khas tulisannya, namun terasa sangat tajam dan menusuk. Ada bagian-bagian dimana sebuah pemberontakan yang nyata dalam tulisannya.
Apakah perempuan ditakdirkan untuk disakiti? Dan laki-laki bisa melenggang saat melakukan perselingkuhan dan poligami?
Asma menghadirkan 3 tokoh utama,
Arini-penulis yang cukup sukses,lulusan IPB dan seorang istri yang cantik lembut dan sabar, tipikal ibu rumah tangga sejati-.
Andika Prasetya –suami baik-baik,dosen dan tipikal suami dan bapak yang baik-.
Mei Rose –Wanita keturunan tionghoa yang kurang beruntung dalam cinta dan keluarga, namun cukup beruntung dalam karir, tidak terlalu cantik dan ingin mengakhiri penderitaan hidupnya dengan bunuh diri-.
Lantas apa hubungan ketiganya? Kisah bergulir dengan perlahan, Saat-saat bahagia Arini yang menikah dengan Pras dan kehidupan bak dongeng. Keluarga yang di karuniai 3 orang anak membuat kebahagiaan bertambah lengkap. Lalu apa yang salah? Tidak ada satu kesalahanpun sampai suatu ketika Pras menolong seorang wanita yang mengalami kecelakaan. Wanita keturunan tersebut mengenakan baju pengantin dan dalam keadaan hamil besar,dia adalah Mei Rose.
Kejadian-demi kejadian seperti terususun bak puzzle yang tak bisa dihindari dan dirubah susunannya. Mei Rose masuk dalam kehidupan perkawinan Pras dan Arini. Semua berbalik. Kebahagiaan menjadi penderitaan. Kecintaan menjadi Kebencian dan kesempurnaan menjadi kehancuran.
Apa yang kemudian terjadi dalam hidup Arini, Pras dan Mei Rose selanjutnya?
Asma tidak memberikan doktrin tentang poligami maupun secara frontal menentang poligami. Namun ada kejadian logis yang sepertinya ingin disampaikan, bahwa poligami adalah sesuatu yang absurd. Tak mudah dijabarkan kemudian mengkotakkannya menjadi sesuatu dalam kelompok hitam atau putih.
“Ketika dia tak tahu bagaimana harus memilih, hidup memilihkan jalannya sendiri”(hal.190)
Jika penasaran seperti apa poligami dalam kacamata Asma Nadia dan bagaimana poligami bisa menghancurkan sekaligus menyelamatkan hidup seseorang, Novel ini sangat layak untuk jadi pertimbangan bacaan. Selain tidak ada bahasa bertele-tele dan kesan menggurui maupun mendoktrin tentang sesuatu. Jangan lewatkan!.
Cheerz

_TITA AXA_

0 comments:

Post a Comment

 

Iftitah Axa Template by Ipietoon Cute Blog Design