Minggu, 21 Juni 2015

Penikmat Senja, Pecandu Aroma mu~

Memasuki detik ke 78.944.462 detik mencari arti atas apa yang kamu rasakan terhadapnya?
Hil yang mustahal xa kalau kamu belum ngerti apa yang kamu rasain. Atau barangkali Axa gak peduli sama apa yang Axa rasain?? Bisa jadi. Aku membiarkan ini mengalir seperti air sungai? Bukan air laut yang berombak? Ingat sifat air xa, mengalir dari tempat tinggi ke rendah. Berarti bukankah seharusnya rasa itu kian hari kian menurun?? Atau makin kecil volume nya??? Nyatanya bukan, berarti ini bukan aliran sungai yang bermuara ke lautan.
Sifat air juga menempati ruang. Artinya kamu gak ada andil sedikitpun mengatur gejolak batin yang berkecamuk di hati mu xa? Lalu desiran darah dan degupan jantung yang fluktuatif dibuatnya?? Dibuatnya?? Dibuatku mungkin, karena sedikitpun ia tak  tau apapun yang kamu rasakan xa, sekalipun degupan jantung yang 'sedubsetak-sedubsetak' setiap kali kau tertangkap bola matanya.
Mendengar tenang nafasnya saja aku tak kuasa, bagaimana bisa ia tahu aku mencintainya layaknya butiran hujan yang pecah di tanah, Neptunus?
Menyentuh mimpinya pun aku tak pernah mampu, bagaimana bisa aku menjelaskan padanya bahwa rindu bukan tentang waktu, Neptunus?
Masuk ke dimensi nya pun aku belum pernah sanggup, bagaimana bisa aku menjelaskan padanya tentang irama hati ini, Neptunus?
Menatap bayangnya pun aku hilang arah, lalu bagimana bisa aku beritahu ia kalau sejak hari itu hati ini miliknya, Neptunus?
Selamat Petang, Kesayangan~

0 komentar:

Poskan Komentar